Sabtu, 24 Desember 2011

Seri Manajemen Diri: Manajemen Waktu dan Peran Muslimah

Seri Manajemen Diri: Manajemen Waktu dan Peran Muslimah


Ada seorang wanita mulia, pengusaha sukses dizamannya. Kecemerlangan pikiran dan kemampuan intelektualnya membawa bisnisnya berkembang sampai ke Yaman dan Syiria. Dialah orang yang pertama beriman, Khadijah binti Khuwailid ra.
Wanita yang kedua adalah sosok wanita kuat, pendukung dakwah Islam, pengobat hati dan luka Rasulullah Muhammad SAW, kedermawanannya pada fakir miskin menjadi sejarah. Dialah Fathimah binti Rasulullah SAW. Dizamannya lazim seorang ibu dibantu oleh khadimah (pembantu). Namun ia menangani urusan rumah dan anak-anaknya tanpa khadimah, melainkan dibantu kekuatan hati dengan dzikir yang diajarkan ayah tercintanya.
Wanita ketiga adalah wanita cerdas luar biasa. Dia laksana lautan dalam ilmu dan taqwa. Dialah rujukan para shahabat yang bertanya tentang ilmu, setelah wafatnya Rasulullah. Dialah Aisyah ra, guru dari generasi terbaik sepanjang masa, yang muridnya tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Wanita keempat adalah seorang delegasi Islam ke luar negeri, bersama suaminya ia turut menjelajah dunia. Kemampuannya berdiplomasi bahkan pada pemimpin negara. Dialah Ummu Salamah yang pada akhirnya juga menjadi istri Rasulullah SAW.

Sahabat Fahima, peran muslimah tak pernah terkungkung zaman. Dari dulu sampai sekarang muslimah adalah sosok dengan banyak peran. Kita bisa lihat contoh shahabiyah yang pengusaha handal, aktivis sosial kemanusiaan pengentas kemiskinan, guru terbaik, diplomat, dokter, mereka juga turut berperang bersama Rasulullah dan kaum muslimin.
Sungguh, muslimah adalah sosok dengan banyak peran. Peran sebagai individu, anak, istri, ibu, pelajar, pekerja, aktivis, pengusaha, dan aktivitas sosial lain ditengah masyarakat. Para shahabiyah mengajarkan kepada kita untuk berkiprah mengoptimalkan kapasitas diri juga menjaga kelancaran urusan rumah tangga, dan tentu saja mendidik anak-anak menjadi generasi gemilang kebanggaan umat. Masya Allah betapa mulianya.
Jangan berpikir sulit, mari kita coba merencanakannya dengan manajemen waktu dan peran. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan peran yang kita miliki. Yang penting adalah “Do The Best”, selalu berusaha melakukan yang terbaik.
Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat bermanfaat dalam manajemen waktu dan peran muslimah :
  1. Memiliki perencanaan hidup dan target waktu
  2. Memiliki perencanaan waktu rutin
  3. Memiliki prioritas dalam beraktifitas
  4. Memiliki kebiasaan baik : tidak menunda pekerjaan, tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting
  5. Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri
  6. Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`
  7. Memanfaatkan teknologi
  8. Bekerjasama dengan orang lain
  9. Menikmati peran dan bersyukur
  10. Memohon keberkahan waktu

1. Memiliki perencanaan hidup berarti menyusun konsep diri (lihat artikel membangun konsep diri), termasuk menyusun daftar peran dan target yang ingin dicapai baik dalam jangka panjang maupun pendek. Membuat perencanaan ini bukanlah hal yang membuang waktu, melainkan sebuah investasi yang membuat waktu kita ef isien dan efektif dalam menjalani hidup. (efisien = hemat , efektif = mencapai tujuan)
Misal: Peran sebagai individu
Target 5 tahun : menyelesaikan kuliah, menikah, memiliki pengalaman di organisasi
Target tahun 1 :
Ø menyelesaikan mata kuliah tahun 1 dengan IP diatas 3,5
Ø bergabung dengan organisasi masyarakat
Ø membaca 2 buku tentang persiapan pernikahan dan pendidikan anak
dst..
2. Memiliki perencanaan waktu rutin membuat hidup kita lebih teratur. Susunlah agenda harian, pekanan, bulanan, dst. Juga target yang ingin dicapai. Hal ini juga sangat membantu mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama deadline nya. Bahkan dalam pekerjaan rumah tangga hal ini sangat bermanfaat. Para ibu bisa menuliskan daftar pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan serta deadline-nya kemudian menempelkannya di tempat yang terlihat, misalnya kapan harus mencuci piring, berbelanja, menyuapi bayi kecil, mengajak anak-anak berjalan-jalan, mengajarkan Al Quran pada anak, dll. Percayalah, anak-anak pun lebih menyukai keteraturan dan rutinitas dalam kegiatan mereka. Silakan sesuaikan dengan kebutuhan rutinitas masing-masing.
3. Memiliki prioritas dalam beraktifitas. Salah satu hal yang membantu dalam penentuan prioritas adalah `status hukum` aktifitas tersebut. Status hukum disini maksudnya wajib, sunah, mubah, dst. Yang wajib tentu saja harus diprioritaskan. Misalnya kita harus berusaha menyediakan waktu untuk bisa sholat tepat waktu ditengah-tengah kesibukan saat bekerja atau kuliah atau memasak, dll. Hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas adalah urutan ketaatan. Urutan ketaatan yang dimaksud adalah : 1. Taat kepada Allah dan Rasul , 2.Taat kepada suami (sudah menikah) 3. Taat kepada Orang tua
4. Memiliki kebiasaan yang baik :
  • Memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah, yaitu 5 hal : sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati.
  • Tidak menunda pekerjaan. Islam mengajarkan kepada kita bersungguh sungguh dalam suatu pekerjaan, kemudian segera beralih kepada pekerjaan yang lain bila pekerjaan yang pertama selesai . “ Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sunguh (urusan yang lain “ -QS Al Insyirah : 7-)
  • Tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting , artinya tidak lalai terhadap waktu. Seorang Tokoh Islam terkenal bernama Hassan Al Banna, berpesan untuk tidak banyak tertawa, bergurau, membicarakan kejelekan orang lain, dan mengingat bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia, karenanya percepat dan sederhanakan dalam mengerjakannya.

5. Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri
Lulus dari sekolah formal bukan berarti berhenti mencari ilmu. Sesibuk apapun kita, tetap sediakan waktu untuk menghadiri majelis ilmu islam, menghadiri seminar, membaca buku, menambah keterampilan, memperdalam spesialisasi ilmu yang telah dimiliki sebelumnya, dan lain-lain. tidak hanya menambah ilmu, mendidik diri juga penting. Pendidikan ruhiyah, jasadiyah, fikriyah, emosi, dan akhlak.
6. Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`
Sebuah hal yang lumrah dan wajar bagi muslimah untuk merasa lelah, jenuh, bosan, dlsb. Karenanya dibutuhkan aktivitas yang dapat mengembalikan energi kita, bahkan menambah energi yang kita miliki. Sumber energi utama bagi muslimah adalah sholat, dzikir dan doa. Sempatkan membaca Al Qur-an setiap hari, juga berusaha sholat malam. Ini akan menjadi energy besar dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, usahakan tidur yang cukup, bersantai dan bermain bersama anak, rekreasi, melakukan hobi yang kita sukai (merajut, melukis, panjat gunung, dll). Singkirkan anggapan bahwa melakukan hobi merupakan hal yang membuang waktu. Bila dilakukan dalam porsi yang tepat, hobi bisa menjadi sumber energy yang sangat besar, bahkan banyak orang yang memperoleh uang juga dari hobi mereka. Bila merasa sulit mendapatkan waktu untuk melakukan hal ini, bicarakan dengan keluarga, terutama bagi para ibu. Mungkin meminta 1 jam setiap minggu untuk waktu khusus ibu ( me time) bisa membuat hidup seluruh keluarga lebih bercahaya. Karena bagaimanapun juga, kebahagiaan keluarga biasanya berawal dari kebahagiaan ibu.
7. Memanfaatkan teknologi
Internet, hp, mesin fax adalah beberapa contoh fasilitas yang dapat menghemat waktu dan tenaga. Gunakan secerdas mungkin dalam aktifitas kita. Ingat, kita yang mengendalikan teknologi, bukan teknologi yang mengendalikan kita.
8. Bekerjasama dengan orang lain
Mencoba mendelegasikan tugas, membagi tanggung jawab kepada setiap anggota keluarga untuk menyelesaikan tugas rumah tangga, akan sangat membantu kita para muslimah. Apalagi yang memiliki aktifitas di luar rumah. Ingat, tidak semua pekerjaan rumah tangga harus di-handle oleh istri. Rasulullah juga menjahit sepatunya sendiri, dan Ali bin Abi Thalib senang membantu pekerjaan Fathimah. Jangan tolak bantuan yang ditawarkan suami, atau kerabat untuk mengerjakan tugas rumah tangga, atau sesekali menjaga anak-anak. Sementara anda bisa mengerjakan aktifitas bermanfaat lain, atau menyicil pekerjaan yang lain.
Hubungan lain yang perlu dijaga adalah silaturahim. Baik bersama keluarga besar, relasi, sesama muslimah, ataupun pertemuan para ibu, hal ini akan memenuhi kebutuhan kita sebagai makhluk sosial.
9. Menikmati peran dan bersyukur. Menyadari setiap peran yang kita miliki adalah sebuah anugerah dari Allah yang tidak diberikan pada semua orang. Menjalani peran-peran dengan penuh rasa syukur akan membantu kita menemukan kebahagiaan. Nikmati waktu tidur, nikmati waktu memasak, nikmati waktu belajar, nikmati waktu bekerja, nikmati waktu sholat, semuanya akan menambah keindahan hidup kita.
10. Memohon keberkahan. Allah-lah Yang Maha Pemilik Waktu, minta keberkahan waktu dan apa yang kita lakukan sepanjang masa hidup, sepanjang hari kita. Ikhlaskan kepada pengabdian kepada Allah. Jaga spiritual kita dengan ibadah, dzikir pagi-sore.

Contoh Pembuatan Jadual Rutin Harian, Pekanan, dan Daftar Hal yang Perlu Dilakukan Setiap Pekan.
Rutinitas setiap orang tentu berbeda. Sesuai kebutuhan. Contoh di bawah ini membagi rutinitas harian dengan memanfaatkan waktu sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Waktu siang dan sore harinya tentu kita sesuaikan dengan peran kita masing-masing. Ada yang bekerja di luar rumah. Belajar, ataupun tetap di dalam rumah.
Pekerjaan rumah tangga sengaja direncanakan untuk dikerjakan sedikit-sedikit tetapi rutin. Karena sesunguhnya amalan yang sedikit tapi kontinyu (rutin) itu lebih disukai Allah. Lebih banyak manfaatnya, juga menjaga energi kita agar tidak kelelahan.
Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
??????? ??????????? ????? ??????? ???????? ??????????? ?????? ?????
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim no. 783)
Jangan ngoyo pada suatu waktu yang panjang mengerjakan pekerjaan rumah sampai kita capek. Lakukan sedikit-sedikit dalan rentang waktu yang pendek. Selingi dengan istirahat sebentar atau minum teh. Pekerjaan Rumah Tangga memang banyak dan seolah tidak ada habis-habisnya. Tapi kita tidak perlu menyelesaikannya dalam satu waktu, bukan?
Silakan buat versi Anda, sesuaikan dengan aktivitas dan jam kerja Anda dan keluarga.
  • Rutinitas sebelum tidur
  • Rutinitas pagi hari
  • Jadual pekanan
  • Daftar hal yang perlu dilakukan setiap pekan

Rutinitas Sebelum tidur
Sebelum tidur adalah waktu yang sangat penting untuk persiapan hari esok. ada yang memulainya segera setelah makan malam, ada pula yang memulainya setelah anak-anak tidur, sesuaikan dengan jadual kita.

3 hal yang menjadi rutinitas sebelum tidur :
  1. Merapikan rumah (maksimal 20 menit)
    1. Memungut majalah, pakaian, mainan anak-anak, sepatu, apapun yang berserakan
    2. Dapur : mencuci piring kotor, membersihkan bak tempat cuci piring, melap meja dapur, menata piring
  2. Melakukan persiapan untuk keesokan hari
    1. Memeriksa janji atau pertemuan yang besok harus dihadiri
    2. Memeriksa dan menuliskan hal-hal yang besok harus dilakukan
    3. Memikirkan hal-hal yang dapat memudahkan tugas besok
    4. Mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa besok (baik oleh kita maupun oleh anak-anak), dan meletakkannya di tempat yang mudah terlihat, misalnya di depan pintu.
    5. Mulai memikirkan apa yang besok akan dimasak
    6. Mempersiapkan pakaian yang besok akan dipakai (kita dan anak-anak), apakah perlu disetrika, adakah kancing atau jahitan yang lepas, pastikan seragam anak-anak telah sesuai dengan jadual dari sekolah.
  3. Fokus pada diri sendiri sebelum tidur
    1. Pastikan kita sudah melaksanakan sholat isya
    2. Meminum obat / suplemen jika diperlukan
    3. Mempersiapkan diri untuk tidur, menyikat gigi, membersihkan wajah, menyisir rambut, bila perlu mandi, berendam, dan memakai wewangian.
    4. Mengganti pakaian untuk tidur
    5. Renungkan yang telah kita capai hari ini
    6. Membaca sebentar, baik bacaan yang berat maupun ringan
    7. Rileks, dzikir dan doa sebelum tidur
    8. Meredupkan pencahayaan kamar, dan tidur. Sebaiknya tidur pada jam yang sama setiap malam, dan jangan biasakan begadang.

Rutinitas pagi hari
Sebelum hari beranjak pagi, ada hal yang akan menjadi kekuatan jiwa bila kita lakukan: Qiyamullail atau sholat malam. Beribadah di sunyinya malam, merefresh diri dan bermanja pada Allah Rabb Semesta Alam, memohon kekuatan agar siap menghadapi hari, siap menghadapi anak-anak, dan segudang aktivitas di siang hari.
4 hal yang menjadi rutinitas pagi hari :
1. Diri dan keluarga ( 1jam)
- Mengawali hari dengan sholat shubuh, dzikir, doa, dan membaca Al Quran
- Membimbing anak membaca Al Quran
- Merapikan tempat tidur
- Menyiapkan diri, mandi, berganti pakaian.
- Membersihkan kamar mandi dan toilet ketika berada di dalamnya
- Membawa pakaian kotor ketika keluar dan mencucinya
- Menyiapkan anak-anak
2. Dapur (1,5 jam)
- Bila telah melakukan rutinitas sebelum tidur, maka insya Allah dapur berada dalam keadaan bersih
- Menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga (termasuk diri sendiri)
- Memasak dan menyiapkan makan siang sekaligus, bila waktu makan siang kita akan berada diluar rumah atau waktunya sangat singkat
- Mencuci piring dan membersihkan bekas sarapan
3. Memikirkan hari ini (30 menit)
- Memeriksa jadual hari ini
- Membuat list hal-hal yang harus dilakukan hari ini
- Merencanakan makan malam
- Menjemur cucian
- Membersihkan rumah (bila sebelum tidur telah dibersihkan, maka tidak akan banyak hal yang akan menyita waktu kita dalam membersihkan rumah pagi ini)
4. Rehat sejenak (30 menit)
- Minum obat . suplemen jika ada
- Duduk sebentar
- Membaca berita / surat kabar sebentar
- Sarapan (jika belum)
- Mengecek e-mail
Setelah rutinitas pagi selesai, rutinitas siang pun dimulai. Ada yang bekerja dikantor, belajar di kampus, bertemu orang-orang ditengah masyarakat, ataupun tetap dirumah saja mengurus anak-anak. Anda bisa membuat rutinitas siang dan sore. Juga menyesuaikan dengan rutnitas bayi dan anak Anda (jadual menyusui, menyuapi, mengajak jalan-jalan, membacakan buku, menemani belajar, bermain, dll). Masukkan juga janji dan acara yang harus dihadiri (janji dengan klien, dosen, undangan pernikahan, seminar, dll). Yang terpenting adalah tegas terhadap jadual yang telah dibuat.
Ada lagi yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu : Lakukan kegiatan pararel. Sambil mengantar anak, cek hafalan atau bercerita hal yang bermanfaat. Sambil berbelanja jadikan sebagai acara refresing dan pendidikan untuk anak. Membersihkan WC/kamar mandi setiap selesai melakukan aktivitas disana. Luangkan waktu kita untuk kegiatan sosial yang bemanfaat untuk masyarakat dengan mengharap ridha Allah dan Allah akan menolong dan memberkahi keluarga, waktu dan aktivitas kita.

Membuat Jadual Pekanan
Sekarang, mari pikirkan apa yang harus kita lakukan setiap pekan, cocokkan dengan janji yang telah dibuat atau acara yang harus dihadiri. Tentukan hari dan jamnya. Tuliskan di kalender atau di agenda.
Senin
(07.00 – 08.00) Bersih bersih rumah :
- membuang sampah
- menyapu / mengepel lantai
- menjemur kasur
- mengganti sprei
- membersihkan kaca
Selasa
(09.00 – 10.00) menulis / menyiapkan presentasi
(16.00 – 16.15) berkebun
Rabu
(09.00 – 10.00)
- membaca (30 menit)
- membuat menu seminggu dan menulis daftar belanjaan
- mengecek dan membuat daftar barang-barang yang habis dan perlu dibeli
- membuat dan menulis anggaran belanja keluarga
Kamis
(09.00 – 12.00)
- memeriksa daftar belanja dan membawanya
- berbelanja bahan makanan
- membeli barang-barang lain yang diperlukan
- ke kantor pos
Jumat
(16.00 – 18.00) kursus bahasa
Sabtu
(11.00 – 14.00) Pengajian rutin
Minggu: Hari keluarga
Daftar hal yang perlu dilakukan setiap pekan
Hal ini juga berbeda pada setiap orang. Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dan masukkan ke agenda pekanan.
Bersih-bersih Rumah :
- Membersihkan peralatan dapur (kompor, microwave, oven, dll)
- Membersihkan kamar mandi dan toilet
- Mengganti sprei
- Membersihkan peralatan elektronik (tv, computer,dll)
- Membersihkan kulkas
- Membersihkan teras/halaman
- Menyortir kertas/pakaian/mainan
Berbelanja
Usahakan berbelanja hanya satu kali seminggu, itu akan menghemat waktu. Perencanaan dan keterampilan berbelanja, memasak, menyusun menu sangat bermanfaat. Jangan habiskan waktu sia-sia untuk putar-putar, lihat-lihat di toko.
Kurangnya perencanaan dan keterampilan masak sering membuat bingung harus masak apa. Buatlah menu atau masakan yang menjadi favorit keluarga. Belajarlah dari tips-tips cara memasak efektif dan cepat.
Membaca buku
Kursus bahasa
Pengajian rutin

Terakhir, sayangi diri kita. Sayangi keluarga dan lingkungan kita. Jangan frustasi, depresi, kecewa karena sesuatu yang terjadi diluar kehendak kita. Jangan terlalu perfeksionis. Misalnya kalau masih punya anak kecil, relakan keberantakan konstruktif terjadi di rumah. Sediakan waktu untuk refresing, memanjakan diri sendiri. Jika ada kondisi yg tidak sesuai dengan harapan kita (misal ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit) sehingga kita ttidak dapat menyelesaikan target-target kita, jangan sampai membuat kita putus harapan. Mungkin target itu bisa kita rubah dengan target lain yang sesuai dengan kondisi yang baru terjadi di luar perkiraan kita, atau kita memundurkan selesainya target kita. Yang penting sekali lagi, berusaha semaksimal mungkin, “Do The Best”. Mudah2an Allah selalu meridhoi apa pun yg kita lakukan.

Senin, 12 Desember 2011

ni Dia Cara Ampuh Singkirkan Perut Buncit

ni Dia Cara Ampuh Singkirkan Perut Buncit


1. Minum Air Putih
Semakin banyak air putih yang Anda minum, lemak di perut akan cepat hilang karena air membantu mengurangi akumulasi lemak di perut. Jika kekurangan minum air, tubuh mulai membangun lemak, sehingga mengakibatkan kenaikan berat badan, khusunya bagian perut.

2. Berjalan Kaki
Berjalan kaki adalah latihan kardiovaskular yang sangat penting untuk membakar kalori. Jalan kaki ke pasar atau tempat kerja adalah cara terbaik untuk menjaga lemak dari perut. Selanjutnya, hal itu juga bertindak sebagai latihan yang baik untuk menjaga bentuk tubuh Anda berenergi sepanjang hari.

3. Latihan

Melakukan sit-up perut sederhana tidak akan membantu Anda menyingkirkan lemak di perut. Anda harus menyertakan sit-up untuk atas, serta latihan lengkap lainnya. Atau, Anda juga dapat menikmati berenang beberapa kali setiap minggu. Ini bekerja pada seluruh tubuh Anda untuk menghilangkan lemak perut. Selain itu, latihan kardiovaskular lainnya yang dapat Anda lakukan adalah lari dan aerobik.

4. Hindari Melewatkan Waktu Makan
Biasanya ahli gizi dan diet banyak meminta Anda untuk melewatkan waktu makan dalam rangka untuk menurunkan lemak perut. Tetapi kenyataannya melewatkan waktu makan tidak pernah membantu menurunkan berat badan, justru membuat perut menjadi lebih buncit. Untuk menjaga tubuh Anda dalam proses membakar lemak terus-menerus, hanya metabolisme dengan memakan makanan yang tepat untuk membakar lemak.

5. Berhenti Meminum Minuman Beralkohol
Perut buncit karena terlalu sering mengonsumsi banyak minuman beralkohol. Namun, jika Anda tidak bisa menghilangkan alkohol dari gaya hidup, pilihlah untuk meminum minuman rendah karbohidrat atau rendah kalori.

Jumat, 09 Desember 2011

sukses sejati

Sukses Sejati

Bacaan: Galatia 2:19-20

-


Sukses, itulah kata yang paling didambakan orang. Kita pengen bisa jadi orang yang sukses. Sukses seperti apa yang kita inginkan? Orang menyebut mereka - yang tinggal di kawasan elite, yang mengendarai mobil mewah dan yang bekerja di perusahaan ternama - sebagai orang sukses. Orang menyebut para selebriti yang berhasil menjadi artis beken dan meraup keuntungan besar dari popularitas mereka, adalah orang sukses. Lalu siapa lagi? Para motivator yang saat ini tengah naik daun, yang sekali bicara bisa mengantongi ratusan juta rupiah? Para eksekutif muda yang karirnya melesat seperti roket?
Bukankah mereka-mereka ini yang seringkali kita anggap sebagai orang sukses? Kesuksesan bagi dunia memang erat kaitannya dengan jumlah harta yang dimiliki seseorang. Ini seolah mengesankan jangan harap dianggap sukses kalo hidup kita serba pas-pasan. Tanpa bersikap anti terhadap kekayaan, mari kita tilik kembali apa kata Alkitab tentang kesuksesan. Yesus adalah teladan kesuksesan sejati. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus tidak bisa dibilang gagal. Bahkan Bapa memuji dan memberinya kedudukan, nama di atas segala nama dan seluruh bumi harus sujud kepada-Nya.
Yesus disebut sukses bukan karena Dia sukses menjadi tukang kayu ternama. Bukan pula karena Dia mengumpulkan harta yang bisa diwariskan sampai tujuh turunan. Keberhasilan-Nya adalah Dia berhasil menuntaskan misi-Nya di dunia, mati di atas kayu salib menebus dosa manusia. Yesus menyelesaikan tugas yang diberikan Bapa-Nya dengan baik. Jadi, kesuksesan manusia yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa menuntaskan apa yang Bapa tugaskan kepada kita.
Kesuksesan sejati adalah ketika kita hidup memuliakan Dia. Jadi, kalo hari ini kita berencana nyontek demi mendapatkan nilai bagus, menjatuhkan nama baik rekan sekerja demi memperebutkan posisi, menyerahkan prinsip hidup kita demi kenaikan jabatan, kompromi terhadap dosa demi uang,... gagalkan rencana jahat itu. Kesuksesan kita bukan berdasar apa kata dunia, tapi apa kata Tuhan tentang kita. Jangan sia-siakan hidup ini untuk mengejar hal yang fana. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Minggu, 04 Desember 2011

Ki Ageng Ngaliman

Selasa, 24 November 2009

Ki Ageng Ngaliman

Bila anda sempat berkunjung ke Kabupaten Nganjuk. Bolehlah anda melihat keindahan air terjun Sedudo. Atau jika anda seorang yang gemar lelaku spiritual, tentunya anda akan menyempatkan diri mengunjungi Makam Ki Ageng Ngaliman, Pertapaan Sedepok, selain air terjun Sedudo dan beberapa air terjun lain yang lebih ke dalam.

Nama atau keberadaan tempat-tempat tersebut tidak bisa lepas dari nama seorang tokoh, Ki Ageng Ngaliman. Melihat dari gelarnya, Ki Ageng adalah sebutan seorang penguasa daerah atau yang dituakan secara pemerintahan. Sedang Ngaliman adalah sebuah nama tempat yang sekarang berubah menjadi Ngliman. Desa di lereng gunung Wilis, sebelah selatan di wilayah kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk.

Berikut cuplikan dari http://www.nganjukkab.go.id tentang Ki Ageng Ngaliman:

Berdasarkan data dan informasi yang direkam oleh Tim Penelusuran Sejarah Ngaliman yang melibatkan berbagai nara sumber baik yang berada di daerah Ngliman antara lain Mbah Iro Karto (sesepuh masyarakat), Drs. Sumarsono (Kades Ngliman), Parmo (Mantan Kades Ngliman) , Suprapto (mantan Kades Sidorejo), Imam Syafi’i (Juru Kunci Makam), Sumarno (Kamituwo), Sarni (Jogoboyo) maupun nara sumber yang berada diluar daerah Ngliman antara lain Kyai Ahmad Suyuti (Ngetos), KH. Qolyubi (Keringan), KH. Moh. Huseini Ilyas (Karang Kedawang , Trowulan Mojokerto). KH. Moh. Huseini Ilyas ini merupakan salah satu keturanan Ki Ageng Ngaliman Gedong Kulon, maka tersusunlah tulisan seperti di bawah ini.

Di Desa Ngliman terdapat dua makam yang sama-sama disebut Ki Ageng Ngaliman. Akan tetapi guna membedakan kedua makam tersebut maka digunakan sebutan :
a. Makam Gedong Kulon ;
b. Makam Gedong Wetan.
Ki Ageng Ngaliman Gedong Kulon
Ki Ageng Ngaliman dimakamkan di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan + 50 Meter sebelah selatan Balai Desa Ngliman. Beliau dimakamkan bersama-sama dengan para sahabat dan pengikutnya. Dalam satu kompleks bangunan makam tersebut terdapat enam makam antara lain :
a. Ki Ageng Ngaliman ;
b. Pengeran Pati ;
c. Pangeran Kembang Sore ;
d. Pangeran Tejo Kusumo ;
e. Pangeran Blumbang Segoro ;
f. Pangeran Sumendhi.

Menurut nara sumber dari Ngliman bahwa di pintu depan Makam Ki Ageng Ngaliman terdapat gambar bintang, kinjeng, ketonggeng, burung dan bunga teratai. Gambar-gambar tersebut kemungkinan menunjukkan makna tersendiri, namun sampai saat ini penulis belum bisa mengungkapkannya.

Ki Ageng Ngaliman berasal dari Solo Jawa Tengah. Ketika Surakarta digempur oleh Belanda, maka oleh Nur Ngaliman yang pada waktu itu menjabat sebagai Senopati Keraton Surakarta dengan sebutan Senopati Suroyudo, Keraton Surakarta dikocor secara melingkar dengan air kendi. Akibat dari tindakan tersebut kendaraan pasukan Belanda luluh, waktu masuk keraton seperti masuk sarang angkrang, akhirnya beliau ditemui oleh Nabi Khidir agar menemui sanak saudaranya yang ada di Karang Kedawang Trowulan Mojokerto.

Ki Ageng Ngaliman masih keturunan Arab dan mempunyai anak sebanyak 21 orang. Keterangan ini diperoleh dari salah satu keturunan Ki Ageng Ngaliman yang bernama KH. Huseini Ilyas. Perang di Solo tersebut melibatkan kaum Cina yang dikenal dengan sebutan Perang Gianti pada sekitar tahun + 1720 M. (sumber : KH. Qolyubi).

SILSILAH KI AGENG NGALIMAN menurut KH. Huseini Ilyas adalah RONGGOWARSITO ----- NUR FATAH ----- NUR IBRAHIM ----- SYEH YASIN SURAKARTA ----- NUR NGALIMAN/ SENOPATI SUROYUDO ----- MUSYIAH ----- I L Y A S ----- KH. HUSEINI ILYAS (TROWULAN MOJOKERTO)

Perjalanan Hidupnya KH. Qolyubi tokoh ulama asal Kelurahan Mangundikaran itu berpendapat bahwa aktifitas yang dilakukan Ki Ageng Ngaliman adalah untuk mempersiapkan perjuangan melawan Belanda dengan diadakan pelatihan fisik dan mental yang bertempat di Padepokan yang sampai saat ini disebut Sedepok, dan di Sedudo yang letaknya di Puncak Gunung Wilis. Perjuangan tersebut ditujukan guna memerangi Pemerintah Belanda yang sedang ikut mengendalikan pemerintahan di Kasultanan Surakarta.

Dasar pemikiran yang melatarbelakangi hijrahnya Ki Ageng Ngaliman dari Solo ke Nganjuk adalah karena Nganjuk merupakan wilayah Kasultanan Mataram sehingga juga berguna untuk menghindari kecurigaan maka Ki Ageng Ngaliman melatih prajuritnya menetap di daerah Nganjuk yang merupakan wilayah kasultanan Mataram. Sehingga terjadilah kepercayaan bahwa siapa saja yang menyebut nama Kyai Ageng Ngaliman akan mati dimakan binatang buas sebab memang beliau dirahasiakan namanya agar supaya tidak diketahui oleh Kasultanan Solo.

Dalam perjalanan waktu menurut cerita bahwa desa Kuncir asal usulnya dari murid Ki Ageng Ngaliman yang meninggal dalam perjalanan di tempat tersebut, dia adalah seorang cina yang waktu itu cina memakai rambut yang dikuncir/dikepang sehingga tempat meninggalnya murid Ki Ageng Ngaliman tersebut di sebut Desa Kuncir.

Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Ki Ageng Ngaliman merupakan seorang Kyai yang mempunyai keahlian nggembleng ulah kanuragan keprajuritan. Bagi masyarakat Ngliman, karomah yang dirasakan sampai saat ini adanya ketentraman dan kedamaian dalam kehidupannya.
Mengingat Ki Ageng Ngaliman yang mempunyai keahlian neggembleng ulah kanuragan keprajuritan maka banyak pusaka yang ditinggalkannya. Ki Ageng Ngaliman masih mempunyai peninggalan berupa tanah di depan Masjid Ngaliman sehingga oleh perangkat dusun waktu itu tanah tersebut dibangun sebuah tempat yang disebut dengan Gedong Pusaka dan peninggalan pusakanya Ki Ageng Ngaliman di tempatkan di Gedong pusaka tersebut. Sebenarnya pusaka Ki Ageng Ngaliman cukup banyak tetapi ada yang dicuri orang sehingga yang ada di Gedong Pusaka saat ini hanya ada beberapa pusaka.

Sabtu, 03 Desember 2011

Istri Shalihah Penyejuk Hati






Istri Shalihah Penyejuk Hati

sumber : majalah salafy


tentang-pernikahan.com - Dengan wajah lesu dan tatapan penuh kekecewaan, seorang suami mengadukan permasalahan yang sedang dia hadapi bersama istrinya kepada salah seorang sahabatnya yang mengerti agama.

“Saya hampir tidak pernah menikmati kecantikan istri saya yang sebenarnya dia miliki, “kata si suami mengawali pengaduannya. Istrinya hanya mau berdandan bila akan ke pesta atau sekedar jalan-jalan. Tetapi si istri tidak punya kebiasaan seperti itu bila tidak keluar, bahkan dianggapnya lucu karena bukan pada tempatnya untuk berdandan di rumah. Begitulah kira-kira isi keluhan si suami. Sahabatnya menasehati. “Tunaikanlah hak istrimu yaitu didiklah ia dengan ajaran agama, agar mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya, bersabar dan banyaklah berdoa pada Allah. “Suami itu tersentak sadar bahwa meskipun perjalan rumah tangganya dengan sang istri telah membuahkan lima anak dia sama sekali belum menunaikan hak istri yang satu ini.

Istri Shalihah

Ingin selalu tampil cantik dihadapan lawan jenisnya sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi umumnya wanita. Namun kenyataan yang ada sekarang sering istri berpikir terbalik. Didalam rumah dan dihadapan suaminya, istri merasa tidak begitu perlu untuk tampil dengan dandanan yang cantik dan memikat. Namun jika keluar rumah segalanya dipakai; baju yang bagus, aksesoris indah, make-up yang mencolok dan parfum yang semerbak turut melengkapi agar dapat tampil wah.

Lalu bagaimana cara menyelamatkan keadaan yang terbalik ini?
dengan penuh kemantapan dan tanpa ragu sedikitpun, jawabannya adalah kembali kepada ketentuan syari’ah islam dan tidak ada alternatif lain. Islam telah memberikan bimbingan, bagaimana menjadi istri yang shalihah, sebagaimana ciri-cirinya telah disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Bahwa beliau bersabda:

“Apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati suaminya, dan apabila suaminya tidak ada dirumah, ia menjaga diri dan harta suaminya.” (HR.Ahmad dan An-Nasa’i, di Hasan-kan oleh Albani dalam Irwa’ no.1786)

Kalau kita lihat tuntunan islam diatas, ternyata bukanlah suatu yang sulit untuk dilaksanakan. Siapa pun bisa melakukannya. Disamping itu istri yang mempunyai tiga ciri diatas memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah, dan diibaratkan sebagai perhiasan dunia yang terbaik; sebagaimana yang dinyatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:

“Dunia adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (HR.Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash)

Diniatkan untuk Ibadah

Seorang istri yang baik akan berusaha untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun terkadang timbul perasaan malas atau berat untuk melaksanakan sesuatu yang menjadi kewajibannya, tetapi hendaknya diingat bahwa keridhaan suami lebih diutamakan diatas perasaannya. Lihatlah apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya:

“Siapa diantara manusia yang paling besar haknya atas (seorang) istri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam menjawab, “Suaminya.. “ (HR. Hakim dan Al-Bazzar)

Dengan taat kepada suami dan tentunya dengan menjalankan kewajiban agama lainnya, dapat mengantarkan istri kepada surga-Nya. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh Al-Albani:

“Bila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadhan dan memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka kelak dikatakan kepadanya: “masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau inginkan.”

Kemudian hendaklah istri mengingat akan besarnya hak suami atas dirinya, sampai-sampai seandainya dibolehkan sujud kepada selain Allah maka istri diperintahkan untuk sujud kepada suaminya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:

“Andaikan saja dibolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi: Hasan Shahih)

Terlalu banyak peluang bagi seorang istri untuk beribadah kepada Allah dalam rumah tangganya dan terlalu mudah dalam memperoleh pahala dalam kehidupan suami istri. Namun sebaliknya terlalu mudah pula seorang istri terjerumus kepada dosa besar kalau melanggar ketentuan yang telah Allah gariskan. Yang perlu diingat oleh istri ialah agar berupaya mengikhlaskan niat hanya untuk Allah dalam melaksanakan kewajibannya sepanjang waktu.

Menyenangkan Hati Suami

Apabila diperintah oleh suaminya, istri diwajibkan untuk mentaati. Dan apabila suaminya tidak ada dirumah, istri harus pandai menjaga dirinya dan kehormatannya serta menjaga amanah harta suaminya. Istri yang demikian ini akan dijaga oleh Allah sebagaimana Firman-Nya:

“ ..maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa’: 34)

Adapun kriteria pertama dan ciri-ciri shalihah; Imam As-Sindi mengatakan dalam bukunya Khasyiah Sunan Nasai juz 6 hal 377: “Menyenangkan bila dipandang itu artinya indahnya penampilan secara dzahir serta akhlaq yang mulia. Juga terus menerus menyibukkan diri dalam taat dan bertaqwa kepada Allah.”

Banyak hal yang dapat menyenangkan hati suami, diantaranya: penampilan diri agar enak dipandang, dan berbicara dengan menggunakan tutur yang menyenangkan serta dalam hal pengaturan rumah mampu menciptakan suasana bersih dan nyaman.

a. Penampilan Diri

Umumnya suami lebih sering keluar rumah untuk menunaikan tugasnya apakah itu bekerja mencari nafkah ataukah berdakwah, sementara kita tahu keadaan di luar, sangat mudah sekali pandangan mata menjumpai wanita yang berpakaian minim dan menyebarkan aroma wewangian. Sekalipun seorang istri percaya suaminya akan berusaha memalingkan wajah dan menundukkan pandangannya karena takut dosa, namun laki-laki yang normal mungkin dapat tergoda melihat aurat yang haram tersebut. Diakui atau tidak, hal ini sangat mungkin terjadi.

Bagaimana seandainya istri merasa tidak perlu untuk tampil cantik dihadapan suami dengan alasan tidak adanya waktu karena telah tersibukkan dengan anak dan urusan rumah, apalagi bila tidak ada pembantu. Sehingga dengan penampilan seenaknya dan terkadang (maaf) menyebarkan aroma yang kurang sedap ketika menyambut suaminya yang baru datang dari luar.

Berpakaian model apapun yang diingini dan disenangi suami dibolehkan dalam syariat islam dan tidak ada batasan aurat antara istri dan suaminya. Dandanan yang memikat dan aroma parfum yang harum akan menjaga dan memagari suami dari maksiat. Mata suami akan tertutup dari melihat pemandangan haram di luar rumah bila mata itu dipuaskan oleh istrinya dalam rumah. Jika istri tidak dapat memuaskan atau menyenangkan suami sehingga suaminya sampai jatuh dalam kemaksiatan (tertarik melihat pemandangan haram di luar rumah) maka berarti si istri turut berperan membantu suaminya bermaksiat kepada Allah.

b. Berbicara yang Enak

Pada saat suami istri duduk-duduk sambil berbincang tentang barbagai hal, hendaknya istri memlilih ucapan yang baik dengan tutur kata yang indah dan lembut serta sedapat mungkin menghindari pembicaraan yang tidak disukai oleh suami. Demikian pula ketika suami berbicara istri sebaiknya mendengarkan dengan penuh perhatian dan tidak memotong pembicaraan suami.

c. Pengaturan Rumah

Penting juga diperhatikan penataan rumah yang baik, bersih dari najis dan terhindar dari aroma yang kurang sedap. Walhasil, ciptakan suasana rumah yang menjadikan suami betah berada di dalamnya. Untuk membuat penampilan lebih menarik tidak harus dengan wajah yang cantik, demikian juga untuk membuat rumah bersih dan rapih tidak harus dengan harga yang mahal. Insya Allah semuanya bisa dilaksanakan dengan mudah selama ada keinginan dan diniatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah. Bukankah segala sesuatu yang baik itu akan bernilai ibadah bila diniatkan hanya untuk Allah?

Ciri-Ciri Istri Sholehah

Ciri-Ciri Istri Sholehah

Berkeliling kesana-kesini akhirnya menemukan artikel yang bagus banget… “Ciri-Ciri Istri Sholehah” semoga artikel di bawah ini bisa membuat kaum Adam ingin mencari Istri yang Sholehah (jika belum beristri), dan jika yang baca kaum Hawa bisa membuatnya ingin menjadi Istri Sholehah suatu saat nanti (jika belum menikah).
Sifat istri shalihah bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:
1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.
3. Tidak memberikan Kemaluan nya kecuali kepada suaminya.

Al Quran :
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3).
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12).
HADIS :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim [107]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,”
Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud [4690]).
Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,” (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [103]).
4. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
5. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
6. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
7. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
8. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)
9. Melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa
kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya,
selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila
dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan
suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
10. Amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi
seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu
lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan
dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).
11, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir
dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda
kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu
sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam
hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang
berpikir.”(QS Ar Rum [30]: 21).
Demikianlah Istri shaleha itu menurut Kitab Suci Al Quran dan Hadis2 sahih….
semoga Anda termasuk di dalam nya….

ara Instal Windows XP di Notebook Dengan HDD SATA

Cara Instal Windows XP di Notebook Dengan HDD SATA - Asrizal Wahdan Wilsa Sharing Media. Dikarenakan Type Harddisk Notebook saat ini sudah mempergunakan SATA dan masih banyaknya user yang memilih Operating System Windows XP, sedangkan Windows XP sendiri belum bisa mengenali Harddisk SATA tersebut secara langsung maka seringkali user/customer mengatakan Harddisk tersebut rusak atau tidak dikenali pada saat instlasi Windows.
Tapi sebenarnya Harddisk tersebut tidak rusak hanya kita perlu menginstall driver Harddisk SATA pada saat awal instalasi Windows XP tersebut atau kita bisa men-disable feature SATA pada laptop tersebut apabila BIOSnya mendukung.
Berikut cara instalasi laptop dengan Harddisk Type SATA dengan 2 cara yaitu :
I.  Men “DISABLE” SATA NATIVE SUPPORT

    Hal ini dilakukan apabila “BIOS” pada Notebook/Laptop tersebut mendukung untuk melakukan DISABLE SATA NATIVE SUPPORT, yaitu dgn cara sebagai berikut:
    1. Masuk Menu BIOS (Tekan F10 – segera setelah tampilan COMPAQ muncul, untuk Notebook Compaq)
    2. pilih Menu System Configuration
    3. pilih SATA NATIVE SUPPORT
    4. Rubah menjadi DISABLE
    5. Save perubahan dan keluar dari Menu BIOS
    6. Setelah Restart lakukan instalasi Windows XP
II. Instalasi menggunakan “External DiskDrive/Floppy Drive”
Apabila BIOS pada NoteBook/Laptop tersebut tidak ditemukan menu untuk mendisable SATA NATIVE SUPPORT (seperti pada langkah I diatas) maka Instlasi Windows XP harus dilakukan dengan mempergunakan External Floppy DiskDrive.
Pada cara ini anda mutlak memerlukan satu buah komputer yang dilengkapi dengan Floppy Disk Drive dan sebuah Disket Kosong yang berfungsi untuk meng-ekstract file driver SATA. Floppy drive ini bisa juga berupa sebuah External USB Floppy Disk Drive.
Caranya copykan / extract file driver SATA ke floppy disk / disket.
Kemudian lakukan instalasi seperti biasa, ketika muncul pesan “Press F6 to Install a Third Party Driver”, tekan F6 dan ketika diminta drivernya, arahkan ke External USB Floppy drive. Pilih driver yang sesuai. Kemudian lanjutkan instalasi Windows XP seperti biasa.
Khusus Notebook Compaq Presario, bisa lakukan langkah-langkah sbb:
1.  Buka CD Driver (copy) yang disertakan pada Komputer (Notebook / PC) yang telah ada Operating Systemnya dan memiliki DiskDrive
2.  Explore CD Driver (di komputer yg ada DiskDrivenya)
3.  Masuk/Pilih Direktori \Umum\HDD SATA
4.  Pilih Direktori HDD965/HDD 945 sesuai dgn spesifikasi Notebook
     mis: – Notebook Pressario 3430/3422 — Chipset i945 pilih Direktori 945
            – Notebook Pressario 3535/3504 — Chipset i965 pilih Direktori 965
5.  Jalankan file yg ada di dalam Direktori tersebut (akan minta disket)
6.  Masukkkan Disket Kosong yang diinginkan tunggu sampai selesai.
7.  Ambil Disket yang telah jadi tersebut untuk persiapan Instalasi Notebook
8.  Persiapkan Notebook yang akan diinstal, Pasang External DiskDrive
9.  Booting Notebook dg windows XP
10. Tunggu beberapa saat hingga layar biru muncul dan tekan F6 segera mungkin
11. Tunggu beberapa saat hingga muncul perintah untuk masukkan/load Driver yg diinginkan
        -> tekan S -> Muncul pesan untuk masukkan Disket Driver yang akan di LOAD
        -> Masukkan Disket Driver (poin 7) Tekan Enter
        -> Tunggu beberapa saat hingga muncul beberapa Pilihan Driver yang akan diinstall
        -> pilih Driver yg sesuai dgn tipe Notebook (contoh : SATA ICH8 AHCI mobile
            u/Chipset Intel 965)
        -> tekan enter
12. Lanjutkan proses instalasi seperti Biasa dan jangan Ambil Disket hingga RESTART
Notebook merk lain, bisa gunakan langkah-langkah sebagai panduan, tinggal disesuaikan dibagian instalasi driver SATA.

Sumber Artikel Ini : http://asrizalwahdanwilsa.blogspot.com/2011/09/cara-instal-windows-xp-di-notebook.html#ixzz1fTKVF0pg

Asrizal Wahdan Wilsa Sharing Media | asrizalwahdanwilsa.blogspot.com