Rabu, 30 November 2011

5 Induk Hewan Terkejam Di Dunia

1. Kumbang Penggali (Burying Beetle)
Ibu kumbang akan memberi makan setiap anak-anaknya, satu per satu...
namun ketika jumlah makanan habis, maka anak terakhir bukan hanya tidak mendapat jatah makan, namun juga akan dimakan hidup-hidup oleh ibunya.
ngeri ya gan...

Are They The Worst?
Kumbang Penggali biasanya tinggal di dalam bangkai tikus. Dan ibu Kumbang selalu bertelur dengan jumlah lebih banyak dari yang jumlah makanan yang ada (bangkai tikus) maka untuk meningkatkan kesempatan bertumbuh yang lebih besar bagi semua keluarga, jumlah anak harus dicukupkan dengan jumlah makanan, bukan sebaliknya...

2. Panda
Ibu Panda hanya akan memelihara satu anak, jika dia memiliki lebih dari satu, maka yang lainnya akan ditinggal begitu saja di alam liar. Sementara 'anak kesayangannya' tumbuh sehat dengan asupan makanan yang cukup, anak yang lainnya akan kurus kering tak berdaya.

Are They The Worst?
Ibu Panda memang tidak mungkin menyediakan makanan untuk anak yang kedua atau setelahnya, jadi selama 8-9 bulan pertama (setelah itu anak panda bisa mencari makanan sendiri), anak-anak panda yang tidak dapat makanan (termasuk ASI) cukup harus bertahan sendiri, jika tidak bisa pastilah mereka akan mati.

3. Hamster
Ibu Hamster sering membunuh anaknya sendiri.

Are They The Worst?
Ibu Hamster selalu mempunyai anak yang 'berlebihan', untuk memastikan semua anaknya sehat dan sempurna. Jika ada anak yang tidak sempurna maka paling tidak masih ada 'cadangannya'. Dan anak yang tidak lolos 'quality control' akan dimakan hidup-hidup, bisa juga berdasarkan jumlah makanan yang tersedia.


4. Elang Hitam
Ibu Elang sama sekali membiarkan ketika anak-anaknya bermain-main di sarangnya, walaupun sering kali permainan itu mengakibatkan kematian.

Are They The Worst?
Jumlah makanan yang tersedia terkadang tidaklah banyak, dan sulit didapat. Maka dari itu ibu Elang membiarkan permainan berbahaya ini, sebagai ujian agar, anak-anak yang kuatlah yang bertahan.

5. Kelinci
Ibu Kelinci akan langsung meninggalkan anak-anaknya di lubang setelah mereka dilahirkan, dan selama 25 hari pertama, sang ibu hanya akan 'menengok' dan memberi makan anaknya tak lebih dari 2 menit per hari.

Are They The Worst?
Anak kelinci merupakan makanan empuk dan menggiurkan bagi para pemangsa, maka dari itu sang ibu selalu berusaha agar lubang tempat tinggalnya rahasia, caranya dengan sesedikit mungkin waktu yang dihabiskan di dekat lubangnya. Setelah 25 hari barulah anak-anak kelinci bisa mencari makan sendiri.

Sumber: http://muka-aneh.blogspot.com/2009/11/5-induk-hewan-terkejam-di-dunia.html

Tugas Peradilan di Indonesia Responsi Peempuan terhadap Kekerasan

Tugas Peradilan di Indonesia Responsi Peempuan terhadap Kekerasan
Ø   Pertanyaan :
  1.  Sebenarnya dalam sejarah tercatat wanita- wanita heroic namun tertutup oleh peradaban patriarkis sehingga yang ada penindasan kepada wanita. Dengan cara apa peradaba patriarkis menelusup dan akibatnya apa ?
  2. Penindasan, ketidak adilan, dan kekerasan yang sering dialami oleh perempuan dalam sejarah peradaban hingga saat ini sering terjadi dimana-mana dalam berbagai level. Mulai dari lingkup mana sajakah hal tersebut terjadi ?
  3. Dibeberapa Negara Islam, hijab, cadar dan tirai yang diwajibkan pada hakikatnya untuk menyudutkan dan membatasi perempuan. Apa maksud dari pernyataan tersebut ? Jelaskan !
  4. Di mulai dengan cara apakah  upaya emansipasi sosial dan demokratisasi peradaban itu ?
  5. Dengan cara apa MERNISI mengangkat kaum perempuan dalam peran bermasyarakat ?
Ø   Jawaban :
1.      Peradaban patriarkis menyusup keberbagai sector : nilai, kesadaran dan pengetahuan. Pengetahuan yang berwatak patriarkis berakibat memarjinalkan dan menutup peran perempuan dalam sejarah.
2.      Mulai dari institute keluarga, ruang privat, sampai ke struktur masyarakat dan ruang sosial.
3.      dengan adanya sebuah kewajiban tersebut untuk perempuan maka secara tidak langsung hal ini menjadikan terbatasnya ruang lingkup dan kebebasan yang dimiliki oleh perempuan dan menjadikan konsekuensi yang dimiliki seorang perempuan menjadi sangat terbatas sehingga tidak dapat menjadikan perempuan berkiprah di ruang publik apalagi politik.
4.      Dimulai dengan cara membokar dan menelajnangi struktur pengetahuan yang bias gender, praktriakis dan berpusat pada laki-laki untuk diimbangi dengan pengetahuan yang berperspektif perempuan.
5.      Dengan gigih dan panjang lebar MERNISI mengurai konsep hijab, cadar dan tirai yang dimaksudkan oleh kekuasaan untuk mengontrol, membatasi gerak dan mengikis peran perempuan. Karena menurutnya pembatasan ruang gerak perempuan merupakan bagian terbatas dari upaya Negara dan kekuasaan untuk mengikis peran masyarakat sipil, utamanya masyarakat sipil perempuan.